senirupaunimed

  • FREE DOMAIN

    CO.CC:Free Domain
  • FREE HOSTING

    Free Website Hosting
  • Kumpul Blogger


    Masukkan Code ini K1-88CD2B-8
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • RSS didixzwae99

    • Cara Update Mozilla Firefox
      Mungkin di antara sekian banyak para netter sudah paham bagaimana cara meng-update Mozilla Firefoxnya.Semakin sering di update maka kinerja firefox akan lebih sempurna terutama berkaitan dengan keamanan pada saat browsing internet.Postingan ini saya tujukan buat para netter yang belum paham bagaimana caranya mengupdate mozilla firefox-nya.Gimana caranya ?Per […]
  • Kategori

Seni Ornamen

Posted by senirupaunimed pada 13/03/2009

Ornamen atau ragam hias merupakan warisan budaya nenek moyang, yang hingga sekarang masih biasa di jumpai di seluruh pelosok tanah air, biasanya di dalam perwujudannya dikaitkan pada hal-hal yang bersifat religius. Ornamen ( ragam hias ) banyak di terapkan pada bangunan- bangunan rumah, candi-candi, kain tenun, kain batik, dan sebagainya. Manusia berusaha berkarya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang didukung dengan adanya kreativitasnya agar mampu menghargai jaman. Dengan adanya peninggalan budaya, diharapkan mampu menggali ragam hias tradisional yang ada di tanah air sebagai sumber ide, dan hal ini mendorong adanya upaya pelestarian dan pengembangan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, karena di dalam menciptakan karya seni selalu mendapat pengaruh dari lingkungannya. Mengingat tingkat kehidupan manusia semakin maju, tuntutan akan kebutuhan hidup manusia semakin berkembang sehingga di harapkan muncul barang-barang yang dibutuhkan manusia dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya. Oleh karena itu banyak motif hias diciptakan untuk menghiasi barang ciptaannya, sehingga menjadi lebih indah dan menarik yang dapat menimbulkan rasa senang dan kagum bagi orang yang menikmatinya. Istilah ornamen atau ragam hias berasal dari dua kata yaitu ragam dan hias yang terpadu menjadi satu pengertian yakni pola. Dalam Bahasa Inggris disebut ornament dan dalam Bahasa Belanda disebut Siermotieven. Di dalam kamus Umum Bahasa Indonesia di jelaskan bahwa : kata “ragam” itu bermacam-macam, jenis, corak warna. Misalnya : kain yang banyak ragamnya, banyak warnanya, banyak coraknya, dan banyak jenisnya. Di dalam ragam hias banyak bermacam-macam pola hias yang antara lain :

1. Pola hias manusia : Dikatakan pola hias manusia karena dalam pembuatan ragam hiasnya mengacu pada figure manusia.

Motif Manusia

Motif Manusia

2. Pola hias binatang : Pola hias ini di dalam pembuatannya mengacu pada bentuk binatang

Motif Binatang

Motif Binatang

3. Pola hias tumbuh-tumbuhan : Pola hias ini di dalam pembuatannya bersumber pada bentuk tumbuh-tumbuhan.

Motif Tumbuhan

Motif Tumbuhan

4. Pola hias geometris : Pola hias ini dalam pembuatannya mengacu pada bentuk ilmu ukur seperti: garis lurus, garis lengkung, lingkaran, segi tiga, segi empat dsb

Motif Geometrik

Motif Geometrik

5. Pola hias Khayali : Kenapa disebut dengan pola hias khayali, karena dalam penciptaannya berdasarkan khayalan dari si pembuat, dan di dalam kehidupan kita pola hias ini sebenarnya tidak ada misalnya : naga, raksasa, dsb.

Motif Khayali

Motif Khayali

6. Pola hias kosmos atau berbentuk alam : Dikatakan pola hias kosmos atau alam memang dalam pembuatannya mengacu pada bentuk-bentuk alam, seperti : awan, cadas, air, batu, gunung, dsb .

Motif Awan

Motif Awan

Selanjutnya di dalam ornamen juga dapat menunjukkan periode perkembangannya, seperti ornamen jenis Primitif, ornamen Tradisional, ornamen Klasik, dan ornamen Modern.

Ornamen Primitif : Ornamen yang hidup berkembang pada masa nenek moyang. Dalam perwujudannya biasanya memiliki bentuk-bentuk yang sederhana, naif dan selalu dikaitkan pada hal-hal magis, juga merupakan penggambaran dari para leluhurnya yang telah meninggal dunia. Contoh: ukir Asmat yang ada di Irian Jaya .

Ornamen Tradisional: Merupakan ornament yang hidup dan berkembang pada masa nenek moyang, dan dipelihara secara turun-menurun hingga sekarang.

Ornamen Klasik : Merupakan ornament yang telah mencapai puncak kejayaannya, sehingga cirri dan bentuknya sudah tidak dapat di ubah kembali. Karena apabila sudah mengalami perubahan walaupub sedikit saja maka ornament tersebut sudah tidak bias dikatakan sebagai ornament Klasik. Contoh: ornament Pajajaran, ornament Majapahit, ornament Yogyakarta, ornament Pekalongan, ornamen Madura, ornamen Surakarta, ornamen Cirebon, ornamen Bali, ornament Jepara.

Ornamen Modern : Merupakan hasil kreasi individu, yang telah keluar dari aturan-aturan ornament tradisional maupun klasik.

Pada tataran berikutnya yang di maksud dengan ornamen adalah komponen dari suatu produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan. Disamping berfungsi sebagai tambahan dari segi keindahaan suatu barang yang dihasilkan sehingga lebih bagus dan menarik, dan juga hal ini akan mempengaruhi pula dalam segi penghargaan, baik dari segi spiritualnya maupun segi materialnya. Pemahaman lain tentang ornament adalah bentuk karya seni yang sengaja ditambahkan atau dibuat pada suatu produk benda agar produk atau benda tersebut menjadi lebih indah. Sesuai dengan pengertiannya, ornamen mempunyai fungsi pokok yakni sebagai hiasan. Hal ini berarti suatu produk atau benda setelah di beri hiasan atau ornamen akan menjadi lebih indah dari pada tidak diberi sama sekali. Di samping itu penambahan ornamen pada suatu benda atau produk akan memberikan nilai tambah tentu saja lebih indah dan artistik. Sesungguhnya, apabila seseorang melihat anting-anting, liontin atau gelang, maka benda-benda tersebut dapat diartikan sebagai benda perhiasan. Apabila anting-anting tergantung di telinga seorang gadis, demikian pula gelang maupun liontin tadi adalah tidak sekedar mengalungi leher dan tangan saja, akan tetapi harus ditangkap sebagai sesuatu yang dapat memberikan daya sakti bagi si pemakai. Pada awalnya seseorang mengenakan anting-anting, liontin, maupun perhiasan lainnya adalah dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan atau pengaruh daya sakti dari barang yang dipakainya. Benda-benda perhiasan tersebut biasanya diletakkan pada bagian tubuh yang dirasa lemah, atau pada tempat-tempat lain yang perlu mendapat lindungan dari benda-benda tersebut dengan maksud agar selamat dan terhindar dari mara bahaya. Pemahaman seperti ini sebenarnya sudah lama berlangsung semenjak dari nenek moyang kita dahulu. Sebenarnya ornamen dapat diartikan sebagai “desain” atau “pola” sesuai dengan pengertian yang umum, dan dalam konteks yang terbatas, masing-masing istilah itu memiliki pengertian dan kegunaannya yang berbeda pula. Demikian halnya pemahaman dari motif, pola, dan desain yang dalam satu pengertian sebenarnya tidak terkait dengan istilah geometrik, abstrak, representatif, emblematik, maupun simbolik, melainkan lebih dekat apa yang dimaksud dengan motivasi, dan pada saat-saat tertentu harus diwujudkan. Dengan demikian kehadiran ornamen tetap memiliki makna yang mendalam, dan merupakan ungkapan-ungkapan idealisasi atau gagasan-gagasan si pencipta dalam mewujudkan suatu karya seni dengan memanfaatkan ornamen sebagai sumber ciptaannya. Bentuk Ornamen dan Komposisinya Secara garis besar struktur ornamen dapat dibedakan menjadi tiga hal utama yaitu : Pertama, garis-garis berkesinambungan dengan segala variasinya, yaitu berupa garis-garis lurus, garis patah, garis lengkung, garis bergelombang, dan juga garis-garis yang berfungsi sebagai garis batas. Kedua, berupa bentuk-bentuk figure yang berkelompok. Ketiga, bentuk hiasan yang menyeluruh dan utuh, menutup seluruh wujud dari bentuk yang dikenai, dengan jalinan yang saling mengikat terpadu, berhubungan antara satu dengan bentuk lainnya, saling berdekatan secara berulang-ulang. Sebenarnya garis yang berkesinambungan, garis lurus, monochrome yang biasa digunakan untuk membuat garis pembatas, seperti garis-garis tegak lurus, adalah termasuk dalam unsur-unsur desain. Pada awalnya garis-garis semacam ini telah ada dengan berbagai variasinya. Misalnya : garis putus-putus, garis patah, garis zig-zag, garis berlika-liku, dan sebagainya. Kemudian pada dekade berikutnya muncul berbagai macam bentuk motif yang berasal dari garis saja. Kita beranggapan bahwa garis pembatas adalah garis yang sederhana, namun apabila garis-garis tersebut disusun secara berulang-ulang dan berurutan akan menjadi sebuah desain yang sudah jadi. Selain dari pada itu ada upaya untuk membuat susunan motif naturalis dengan cara meniru alam atau alam sebagai sumber inspirasinya. Yang dalam pembuataanya tidak harus sama persis seperti yang ada di alam melainkan sudah melalui proses stelisasi secara kreatif dan inovatif. Gubahan unsur alam ini biasanya di ambil dari bentuk pohon, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, awan, dan lain sebagainya.

Posted in Ornamen | Leave a Comment »

Pembelajaran Menggambar Model

Posted by senirupaunimed pada 13/03/2009

Dalam pembelajaran mata kuliah menggambar model di  jurusan seni rupa Unimed, tidaka terpaku pada pola pembelajaran dalam kelas tetapi dapat di lakukan di luar kelas (out door). Hal ini untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa supaya lebih leluasa dan rileks dalam PBM.

Kuliah Menggambar Model

Kuliah Menggambar Model

Proses PBM, menggambar model biasanya di lakukan di dalam kelas, namun oleh dosen pengampunya yaitu bapak Dr. Agus Priyatno, M.Sn. Proses menggambar model tidaklah harus dilakukan di dalam kelas namun bisa dilakukan di mana saja selama mahasiswa tersebut merasa nyaman dan rileks. Seperti pada contoh gambar di samping bahwa pembelajaran menggambar model dapat di lakukan di luar kelas (out door), ternyata mahasiswa tersebut lebih nyaman serta tetap tekun dalam belajarnya. Sebenarnya apa sih segi positif maupun negatifnya kalau pembelajaran itu dilakukan di luar kelas ? segi positifnya, ini kalau ditinjau dari sisi mahasiswanya, pembelajaran semacam ini dapat memberikan inspirasi lebih kepada mahasiswa, rasa bangga dan dapat memberikan apresiasi kepada orang lain atau mahasiswa lain yang sedang melihatnya. Sedangkan dari sisi negatifnya apabila mahasiswa tersebut tidak memiliki softskill yang baik mereka akan meremehkan dan menganggap sepele PBM menggambar model semacam ini, yang pada akhirnya mahasiswa tersebut tidak dengan serius mengikuti perkuliahan, tetapi berjalan-jalan kesana kemari atau menggangu kawan mahasiswa lainnya yang sedang belajar. Terlepas dari itu semua bahwa pembelajaran dengan cara out door semacam ini dapat dikatakan sebagai pembelajaran alternatif serta memberikan suasana baru bagi mahasiswa.

Posted in Seni Lukis | Leave a Comment »

TENTANG SENI UKIR INDONESIA

Posted by senirupaunimed pada 07/03/2009

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain. Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik), yakni sekitar tahun 1500 SM. Pada zaman itu nenek moyang bangsa Indonesia telah membuat ukiran pada kapak batu, tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis, titik, dan lengkungan, dengan bahan tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit, dan tanduk hewan. Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu, yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu, emas, perak dan lain sebagainya. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor. Motif-motif yang di gunakan pada masa zaman perunggu adalah motif meander, tumpal, pilin berganda, topeng, serta binatang maupun manusia. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat, dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu dari kerinci, Sumatera. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba. Nusa Tenggara, dan pada kapak perunggu dari danau Sentani, Irian Jaya. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean. Setelah agama Hindu, Budha, Islam masuk ke Indonesia, seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat, dalam bentuk desain produksi, dan motif. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badan candi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata, seperti keris dan tombak, batu nisan, masjid, keraton, alat-alat musik, termasuk gamelan dan wayang. Motif ukiran, selain menggambarkan bentuk, kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa, mitos kepahlawanan, dll. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah. Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja. Motif-motif pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran, Majapahit, Mataram, Pekalongan, Bali, Jepara, Madura, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, dan berbagai macam motif yang berasal dari luar Jawa.

Posted in Seni Kriya | Leave a Comment »

Tentang blog ini

Posted by senirupaunimed pada 06/03/2009

Kenapa blog ini saya beri nama seni rupa Unimed ? pada dasarnya saya berkeinginan untuk memberikan informasi pada masyarakat luas khususnya masyarakat Medan dan sekitarnya, yang mana masih banyak kalangan belum mengenal keberadaan seni rupa yang ada di Unimed, sebenarnya saya amat prihatin atas masalah ini. Atas dasar ini saya akan mencoba menginformasikan jurusan seni rupa yang ada di Unimed kepada masyarakat luas. Semoga dengan cara saya seperti ini jurusan seni Rupa Unimed semakin di kenal.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by senirupaunimed pada 06/03/2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.